"anda kalah, saya menang"

Apabila anda kesal mendengar ungkapan tersebut, maka anda jelas tidak sendirian. Kami pun juga kesal, tapi apa yang benar dan apa yang salah?

Komisi Affiliate

Affiliate memang mendapatkan komisi setiap kali membawa orang bergabung, serta komisi tambahan bila orang tersebut masih menggunakan produk atau jasa yang direferensikan.

Tidak ada yang salah dengan hal ini, selama puluhan tahun sistem komisi dan afiliasi sudah digunakan tanpa masalah dan menguntungkan banyak orang, karena yang diundang tidak dirugikan sama sekali.

Tapi, ada affiliate yang nakal.

Dalam produk keuangan tertentu, ada kerjasama affiliate yang merugikan orang yang diundang. Modus kerjasama ini bisa diterapkan di dunia trading, seperti forex, CFD, futures, dan binary option. Dalam modus ini, affiliate akan bekerjasama dengan si perusahaan rekanan untuk menjadi 'bandar'. Sama hal nya dengan bandar judi, dalam kerjasama ini mereka akan mendapatkan keuntungan bila si klien nya kalah.

Dua Jenis Broker

Dalam perdagangan produk trading, ada yang kita sebut dengan broker atau pialang. Tugas mereka adalah meneruskan order jual/beli kita ke market yang disebut liquidity provider.

Broker yang baik adalah yang berjenis STP/ECN, mereka hanya meneruskan order kita ke market dan menikmati komisi transaksi yang dibebankan ke kita. Jadi, kita menang atau kalah sama saja untuk mereka.

Broker jenis kedua adalah yang memang menjadi bandar transaksi kita. Jadi selain menerima komisi atas transaksi kita baik menang maupun kalah, broker jenis ini mendapatkan keuntungan bila kita kalah.

Sebenarnya, broker jenis ini buka berarti jahat lho. Selama mereka tidak memanipulasi transaksi kita agar kita kalah, apa yang mereka lakukan tidak merugikan kita.

Bandar x Affiliate

Yang bermasalah adalah bila broker bandar ini menggandeng affiliate yang kurang beretika. Misalnya, affiliate ini menjual produk trading tanpa mengedukasi tentang risikonya, atau mengajarkan metode trading tinggi risiko yang sulit dipraktekkan.

Ibaratnya, si affiliate ini menggiring orang supaya kalah, dan keuntungannya dibagi dua dengan broker.

Solusinya?

Carilah mentor trading yang mengajarkan metode yang benar, bukan yang menjanjikan cepat kaya.

Ciri-ciri mentor trading palsu biasanya lebih fokus memamerkan kekayaan dan kemewahan hidup mereka dibandingkan memberikan edukasi.

Kalau bisa, carilah mentor atau komunitas afiliasi yang berani memberikan garansi anti kecurangan.

Salah satunya adalah MIGRO.

MIGRO bukan saja menjamin trading klien kami untuk bebas dari manipulasi dan kecurangan, namun juga fokus pada trading index yang lebih rendah risiko.

Index saham cenderung naik/bullish di jangka panjang, dan tidak membutuhkan banyak strategi yang tinggi risiko. Cukup focus on buy dan pastikan modal cukup menahan floating loss bila ada koreksi.

MIGRO adalah komunitas afiliasi yang berkomitmen untuk hanya menerima komisi dalam bentuk komisi. Sedari awal, kami sudah menyayangkan praktik afiliasi bandar yang merugikan banyak orang.

MIGRO bekerjasama dengan broker yang berani menyediakan data tick-per-tick untuk membuktikan komitmen bebas manipulasi dan kecurangan.

Apabila terbukti melakukan kecurangan, maka uang akan dikembalikan 100% sesuai setoran awal!

Influencer keuangan jujur seperti @cal.trading sudah bergabung bersama MIGRO.

Ikut bersama mereka dan dapatkan manfaat:

Halo, kembali lagi bersama komunitas MIGRO! Kami adalah satu-satunya komunitas trading Indonesia yang menjamin bahwa klien kami bebas dari praktik manipulasi dan kecurangan - dengan garansi uang kembali 100%!

Pada kesempatan kali ini kami ingin membahas tentang perbedaan ketiga index futures yang sudah kami singgung pada dua tulisan sebelumnya.

Bila sebelumnya kami hanya menjelaskan perbedaan ketiganya dari sisi volatilitas dan lot trading, maka kali ini kami ingin menjelaskan tentang perbedaan fundamental - yakni saham apa saja yang terdapat dalam ketiga index tersebut.

NQ100

Index ini adalah favorit anggota kami yaitu Levi. NQ100 merupakan yang paling volatil namun juga berpotensi menghasilkan keuntungan di jangka pendek. Sesuai namanya, index ini mengandung 100 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Amerika yang paling sering diperdagangkan. Hal unik tentang NQ100 adalah tidak mengandung saham di sektor keuangan sama sekali. Sektor yang berada disini antara lain teknologi, kesehatan, dan industrial.

SP500

Index ini adalah favorit Adrian, karena sedikit lebih tenang pergerakan harganya. Sesuai namanya juga, index ini mengandung 500 saham di Amerika, jauh lebih banyak daripada NQ100 yang hanya 100 saham saja. Karena memiliki komposisi yang lebih banyak dan variatif, maka menurut Adrian index ini memiliki risiko sektoral/makro yang lebih kecil. Hal ini juga yang mengakibatkan SP500 kerap kali digunakan sebagai metriks performa market saham Amerika Serikat secara keseluruhan. Meskipun jumlahnya 500 saham, namun secara mengejutkan seluruh saham tersebut adalah perusahaan yang dinilai sudah memiliki market cap besar.

DJ30

Meskipun memiliki komposisi saham yang paling sedikit, namun Dow Jones index ini merupakan salah satu acuan yang juga paling sering digunakan. Komposisi saham ini terus berubah tergantung kriteria yang sudah diterapkan oleh komite khusus dari index ini, tanpa penjelasan jelas tentang alasannya. Hal inilah yang kerap kali menjadi kritik utama atas index ini, meskipun perusahaan yang masuk dalam index ini selalu dinilai 'berdampak pada ekonomi Amerika Serikat'

Dow Jones memiliki volatilitas yang bahkan lebih rendah daripada SP500, sehingga paling cocok untuk pemula dengan modal terbatas.

Apapun index yang membuat kamu tertarik, pastikan index tersebut tersedia di market futures broker kamu ya. Nah, oleh karena itu, kami merekomendasikan broker mitra kami yaitu FinanciaFX, yang menyediakan produk futures ketiga index tersebut pada penawaran akun mereka.

Gunakan kode referral kami, dan dapatkan tambahan fasilitas dibawah ini:

Pastikan untuk menggunakan link referral kami untuk mendapatkan keuntungan tersebut.

Horizon Waktu untuk Trading Index

Segala investasi memiliki horizon waktu yang berbeda-beda, misalnya deposito untuk jangka pendek, dan saham untuk jangka Panjang.

Dalam kesempatan kali ini, kami dari MIGRO Indonesia ingin mengedukasi rekan-rekan sekalian tentang horizon waktu investasi yang tepat untuk trading index.

Bagi yang belum kenal kami, kami adalah komunitas finansial yang fokus pada edukasi trading index di pasar CFD (contract for differences).

Nah, Kembali ke topik utama tulisan ini. Sebenarnya, kami berpendapat bahwa index di CFD bisa menjadi sarana investasi jangka pendek maupun Panjang, tergantung pada strategi apa yang anda gunakan.

Sebagai contoh, bila menggunakan scalping pada index NQ100 (Nasdaq), maka bisa dijadikan sarana spekulasi dengan rentang waktu menit bahkan detik. Alasannya, pergerakan harga di index NASDAQ sangat fluktuatif dari detik ke detik, sehingga sangat memungkinkan untuk mengambil posisi profit maupun stoploss dalam rentang waktu singkat.

Namun, pergerakan NASDAQ yang sedemikian fluktuatif berarti bahwa perlu ada modal yang cukup besar disiapkan sebagai equity, agar tidak terjadi margin call (kejadian dimana modal tidak cukup untuk menahan penurunan harga). Pastikan menggunakan manajemen lot yang baik – kami merekomendasikan minimal 10 juta rupiah untuk single entry 0.1 lot bagi pemula.

Apabila takut terhadap volatilitas NASDAQ, ada dua index CFD lain yang bisa dicoba, yakni SP500 (standard & poor) maupun DJ30 (Dow Jones Index). Apabila kami merekomendasikan 10 juta untuk single entry 0.1 lot di NASDAQ, maka untuk SP500 dan DJ30 cukup nyaman menggunakan 5 juta untuk strategi yang sama.

Terkait stoploss dan take profit, biasanya kami menggunakan stoploss 1.5:1 untuk scalping, dan 1:2 untuk swing mingguan. Tentunya yang kami sarankan ini belum tentu cocok untuk semua orang, jadi silakan konsultasikan profil risiko anda kepada kami agar kami bisa menyarankan strategi trading yang tepat untuk anda.

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, trend index saham selalu naik di jangka Panjang, jadi untuk trading di index apapun bisa fokus pada posisi long/buy saja daripada pusing kapan harus sell dan buy. Apabila ingin menggunakan strategi buy jangka Panjang, maka modal yang dipersiapkan kami sarankan setidaknya 2x lebih besar daripada yang kami sarankan diatas, untuk meminimalkan risiko margin call saat terjadi koreksi tren.

Apapun strategi dan orientasi waktu yang anda ingin gunakan, analis dan edukator kami siap membantu anda menyiapkan strategi yang tepat. Daftar di mitra kami FinanciaFX sekarang dan dapatkan manfaat dibawah ini:

Pastikan untuk menggunakan link referral kami untuk mendapatkan keuntungan tersebut.

Halo semuanya, Salam kenal dari MIGRO Indonesia. Kami adalah komunitas edukasi finansial yang fokus pada topik trading index.

Pada kesempatan pertama kali ini kami ingin menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan trading index, karena masih banyak yang cukup asing dengan topik ini meskipun sudah berkecimpung di dunia trading sejak lama.

Index yang kami maksud di tulisan ini akan merujuk pada DJ30 (Dow Jones), SP500 (standard and poor), serta NQ100 (NASDAQ). Kami belum membahas index selain tiga itu, karena hanya tiga index tesebut yang umum ditemui di broker CFD lokal maupun internasional.

Jadi, apa saja kelebihan trading di index saham?

Memiliki Trend Bullish di Jangka Panjang

Trading index, sama seperti trading forex, membuat kita bisa menghasilkan keuntungan dari penurunan harga melalui metode shorting. Namun, pergerakan dua arah ini seringkali justru membuat trader bingung harus membuka posisi long atau short.

Di index, pergerakan nya cenderung naik dan memecahkan rekor all time high terus menerus, sehingga trader cukup fokus pada posisi buy tanpa harus memikirkan kapan shorting.

Mudah Dipelajari Bila Pernah Trading Saham

Selain mempermudah learning curve karena kita cukup focus on buy, trader saham yang baru terjun ke dunia CFD juga akan lebih mudah melakukan analisa pada underlying yang menjadi faktor penggerak harga index.

Apabila trading forex, maka mungkin perlu belajar membaca market outlook untuk kebijakan fiskal dua negara yang menjadi pair trade tersebut, sedangkan untuk index, bisa membaca market outlook di negara Amerika saja, karena komponen index merupakan perusahaan-perusahaan yang berada di Amerika Serikat.

Tiga Jenis Index Tergantung Selera

Ada banyak index di Amerika Serikat, namun yang umumnya diperdagangkan di market CFD hanya tiga. Kendati demikian, tiga pilihan index ini cukup memberikan penawaran cukup unik untuk selera yang berbeda-beda, mulai dari profil risiko sampai ketersediaan modal.

Contohnya untuk NQ100 memiliki pergerakan harga yang lebih tinggi daripada DJ30, sehingga NQ100 kurang cocok untuk trader yang baru mulai belajar dengan modal minim. Underlying setiap index pun berbeda – apabila anda suka memantau berita tentang perusahaan teknologi maka cocok memilih index NQ100 yang berisi banyak perusahaan berbasis teknologi .

Market Bergerak Di Luar Jam Kerja

Hal ini sebenarnya cukup menjadi pisau bermata dua, tergantung pada gaya hidup kamu. Index CFD cenderung bergerak volatil di saat pasar saham Amerika buka, yakni disaat jam orang Indonesia beristirahat.

Ada yang bilang hal ini tidak baik untuk kesehatan dan gaya hidup karena kita menjadi tidak memiliki waktu istirahat, namun kami berpendapat bahwa trading itu bisa dibawa santai dan menjadi hobi yang menghibur sekaligus menghasilkan.

Oleh karenanya, justru kami berpendapat bahwa trading index setelah bekerja itu justru merupakan hobi yang produktif dan tidak mengganggu gaya hidup. Penasaran dengan metode trading index santai? Tunggu artikel kami selanjutnya.

Bagaimana dengan kekurangannya?

Kekurangan trading index yang paling utama hanya satu, yaitu bahwa produk ini belum tersedia di semua broker maupun jenis akun yang mereka tawarkan

Nah, oleh karena itu, kami merekomendasikan broker mitra kami yaitu FinanciaFX, yang menyediakan produk NASDAQ pada penawaran akun mereka.

Gunakan kode referral kami, dan dapatkan tambahan fasilitas dibawah ini:

Pastikan untuk menggunakan link referral kami untuk mendapatkan keuntungan tersebut.

Copyright @ 2021 Migro.
All right reserved